Remaja, Cinta dan Dunia Maya

Remaja, Cinta dan Dunia Maya

Tak dapat dipungkiri, masa remaja adalah masa yang penuh warna suasana dalam hidup seseorang. Dimana pada masa-masa ini ia mulai menggali dan mengenali jati diri untuk  memperkenalkan kepribadian serta menunjukan kebolehannya. Ustd. Salim A. Fillah dalam buku NPSPnya mengatakan pada masa remaja hidup seseorang dipenuhi dengan sifat-sifatnya yang beragam. Sok romantis, Egois, Manja, Agresif, Jutek dan Afeksional.

Lebih identik lagi di masa remaja ini dengan masanya reaksi serangan ‘merah jambu’ atau yang lebih dikenal dengan cinta. Sebab dimasa ini kadar egoisme dan emosionalnya masih meninggi maka, ketika dirinya mulai mengalami yang namanya jatuh cinta kebanyakan diantara mereka merealisasikannya dengan sikap serta perkataan yang keliru dan ceroboh. Semua ragam penerjemahan tentang cinta  diapresiasikannya dengan rasa bangga dan gagah melalui berbagai tingkah dan cara. Tidak hanya dengan perbuatan, tetapi juga melalui lisan dan tulisan. Tanpa memikirkan akibat baik buruk, maslahat dan madharatnya, apapun suasana hati saat itu dipetuturkannya dengan tok blak bin vulgar tak peduli orang lain mau berkata apa.

Fakta sederhana yang sering kita jumpai semisal di dunia maya. Facebook, twetter, MySpace, friendster dan sejumlah situs jejaring sosial lainnya seakan dijadikan salah satu sarana dan prasarana untuk mencurahkan segala bentuk perasaan yang sedang dirasakannya. Banyak kita temukan berbagai status atau update-an yang mengabstraksikan suasana hati mereka dalam padanan bahasanya yang beraneka ragam. Tulisan-tulisan yang mengungkapkan kebahagiaan, kesedihan, amarah, kegelisah dan berbagai suasana hati lainnya  dengan begitu gamblang dan gampangnya mereka publikasikan. Bahkan tak jarang bahasa-bahasa kebun binatang dan kata-kata tak senonoh pun nimbrung dalam meracuni akhlak serta mengotori hati dan fikiran. Tak dapat disangsikan fenomena demikian itu kerap dilakukan oleh para remaja yang terpicu  karena perasaan cinta yang masih bermakna dusta. sungguh memprihatinkan. Afwan saya tidak bisa mencantumkan atau menuliskan contohnya disini. Silahkan anda coba perhatikan sendiri disana.

Ingatlah sahabat, keromantisan kata dan kemanjaan sikap dua insan yang saling mencintai sebelum terikat pernikahan tak lebih dari sekedar berlebay-lebayan. Tidak ada makna keindahan disana selain menunjukan identitas keberdosaan.

Meski tidak semua remaja berlaku demikian, namun rasanya apa yang kita temukan ini cukup membuat kita miris. Lisan dan tulisan begitu indah dan ringan ketika menuturkan bahasa-bahasa keromantisan tentang cinta yang masih tabu dan palsu. Namun lain halnya jika harus berucap atau menuliskan bahasa-bahasa dakwah dan kalamullah yang mulia dan memuliakan. Lidah dan tangan seakan begitu berat dan enggan untuk melakukan. Astaghfirullah…

Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (Al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan setiap bid’ah itu sesat.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Sahabatku, interaksi di dunia maya saat chat maupun update tidak hanya mampu menggambarkan karakteristik kepribadian pelakunya, tetapi juga sangat memengaruhi tabi’at, tingkah laku dan life style orang lain yang diajak berinteraksi. Maka berhati-hatilah.

Alangkah indah dan agungnya jika pada saat kita berhijrah ke dunia maya yang di updatekan adalah ajakan-ajakan dan nasihat-nasihat tentang kebaikan dan kebenaran. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Ali Imran : 110).

Dan bukankah kita sendiri telah menyadari bahwa: “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”(Q.S. Al ‘Ashr : 2-3)

Sahabatku, Jika itu yang kita lakukan, maka insya Allah kita akan terhindar dari dosa dan madharatnya dunia maya. Jalinan ukhuwah dengan sesama pun akan semakin terbina. Mari kita ciptakan visi misi positif yang mensyi’arkan kebaikan. Saatnya kita jadikan dunia maya sebagai salah satu sarana media dakwah demi mencerahkan peradaban dunia. Dan demi meraih keridhaan Allah, Tuhan semesta alam. Allahu akbar..! Baca lebih lanjut

Iklan