Engkau cantik tapi…

Berbicara tentang kecantikan atau ketampanan itu berarti secara ilmiah mata telah tertuju pada wilayah keindahan lahiriyah. Ibnu Qayyim mengatakan, keindahan lahir adalah hiasan yang secara khusus diberikan Allah kepada sebagian rupa, dan sebagian lain tidak diberi-Nya. Hal ini termasuk tambahan dalam penciptaan-Nya. sebagaimana firman-Nya,

“. . . Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Fathir : 1)

Ya, kecantikan yang terukir pada rias wajah para akhwat patutlah untuk disyukuri, begitu pula ketampanan menawan yang ter pampang di wajah para ikhwan. Semua itu adalah anugerah yang Allah berikan terhadap makhuk ciptaan-Nya, dimana Ia menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya rupa. “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q.s. Attin : 4).

Akan tetapi, keindahan yang tampak dimata bukanlah satu tolak ukur yang mampu membedakan manusia itu baik tidaknya dirinya. Orang yang cerdas dalam mencintai tidak hanya melihat pada satu faktor keindahannya saja. Tetapi ia mampu meninjaunya dari berbagai sisi dari sudut pandang yang lain terutama pada akhlak dan agamanya. Ia dapat menghadirkan dialog antara logika dan perasaannya untuk sebuah pertimbangan.

Kecantikan memang menarik hati, namun itu belum tentu dapat menghadirkan ketenangan batin. Ketampanan memang memikat namun itu pun belum tentu mampu menjamin kedamaian jiwa. Yang cantik dan yang tampan bukan berarti itu baik. Akan tetapi kemuliaan akhlak itulah yang baik. Akhlak yang baik dapat menjadikannya cantik, pribadi yang indah dapat membuatnya rupawan. Kesalihan, itulah jaminan untuk menuju kebahagiaan bersama pasangan. Ibnu Qayyim Al-Jauzziyah dalam bukunya “Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu” mangatakan: Kesesuaian yang asli adalah kecocokan akhlak, persamaan jiwa, kerindian satu jiwa terhadap jiwa yang cocok dengannya. Hal ini pula yang kemudian mendorong sebagian orang berkata: “cinta tidak tumbuh karena alasan keindahan dan keelokan, sehingga jika tiada keindahan dan keelokan, tiada pula cinta. Tetapi cinta adalah kesesuaian jiwa dan kecocokan tabiatnya.”

Nah, engkau para ikhwan yang saat ini tengah terpesona dengan kecantikan yang engkau anggap tak bisa tergantikan, atau engkau para akhwat yang sedang tertawan hatinya lantaran ketampanannya yang rupawan. Tak seharusnya engkau terlalu mengedepankan perasaan sebab hanya melihat keindahan. Cobalah beri sedikit waktu kepada akal untuk mempertimbangkan apakah dia yang cantik itu baik atau dirinya yang tampan itu baik?. “Engkau cantik tapi . . .”, atau “engkau tampan tapi . . .” keputusan akhirnya tentu engkau sendiri yang lebih tau mana yang kemudian harus ditentukan. Afwan sahabat, bukan saya bermaksud menyuruh untuk tajasus. Sekali lagi, hal ini dimaksudkan sekedar untuk mempertimbangkan sebuah pilihan sebelum engkau mengambil keputusan. Kita yang menjalani hidup maka kita sendiri yang akan merasakan kebaikan dan keburukan atas apa yang telah kita putuskan.

Untuk para ikhwannya masih ingat kan hadist ini?.

Nabi saw bersabda: “Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima)

Sahabatku, Janganlah engkau bersempit pandangan dengan memilih cinta yang hanya sebatas indah dimata cobalah untuk sedikit berkaca pada realita. Bayak diantara mereka yang akhirnya harus tersiksa setelah menjalaninya. orang-orang yang gagal dalam cinta ialah mereka yang mengawali cintanya karena nafsu dan emosi semata, baru logika bicara setelah ia rasa menderita. Kecantikan rupa itu penting, kecantikan harta itu juga penting, kecantikan akhlak itu yang lebih penting. Meski dirinya tak begitu cantik namun memiliki pribadi yang baik tidak akan menyulitkannya untuk dicintai. Dan mendapatkan pasangan yang baik adalah satu kepantasan bagi orang yang memiliki pribadi baik. Insya Allah hal ini akan kita bahas pada post berikutnya.

Tahan sejenak rasa yang hendak diungkapkan
hadirkan dialog antara logika dan perasaan untuk mempertimbangkan
mintalah petuah pada orang-orang yang dapat menunjukan kebenaran
libatkan selalu Allah dalam setiap urusan
siapa tau dia bukanlah sebaik-baik pilihan
kebaikan tugas bersama untuk saling mengingatkan
hidayah hanya Tuhan yang berikan
engkaulah yang menentukan pilihan
engkau sendiri yang akan hidup diatas keputusan
Iklan

8 thoughts on “Engkau cantik tapi…

    • yah, sebagaimana sering dikatakan ust. Salim A. Fillah, “mencari jodoh yang baik adalah dengan senantiasa memperbaiki diri hari-demi hari. lalu menjemputnya dari tangan Allah diiringi senyuman sang bidadari”. cihui..! 😀

      syukron akhi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s