Kecewa…?

Kecewa…

Siapa yang tak merasa kecewa jika sesuatu yang diinginkannya selama ini ternyata tidak serta merta terjadi sesuai dengan yang diharapkan. Namun bagaimanapun itu adalah hal yang wajar mengingat semua manusia normal pastilah akan merasakannya. Akan tetapi tidak perlu karena rasa kecewa itu lantas kita menyesali usaha dan jerih payah yang telah kita lakukan. Apalagi jika harus melampiaskannya dengan sikap su’udzhon terhadap Allah. Jangan seperti itu. Kita sebagai manusia hanya mampu berusaha, Allah-lah yang menentukannya

Banyak diantaranya yang kemudian menyalahkan cinta atas sebuah kegagalan ataupun kekecewaannya. Padahal cinta itu fitrah dan polos sifatnya. Ia tidak mengenal benar dan salah. Yang mengetahui benar dan salah adalah ilmu yang berbentuk akal dan yang menjadi kendali tindakannya adalah iman. Maka arahkanlah cinta dengan ilmu dan akal yang sehat kemudian kendalikan dengan iman yang kuat agar cinta tak membuatmu kecewa. Sebagaimana Ibnu Qayyim mengatakan bahwa: dalam diri manusia ada dua wasiat, yaitu akal dan agama akal fungsinya untuk membedakan baik dan buruk. Dengan akal manusia diberi wilayah pilihan untuk ini dan itu. Dan agama berfungsi sebagai tata aturan hidup manusia, yang menentukan baik dan buruk. Jika ditaati berpahala dan jika dilanggar berdosa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s